Waktu berlalu...terus berjalan,Alhamdulillah dengan berjalannya waktu perekonomian keluarga Aida semakin meningkat,ayahnya Aida mempunyai kerjaan tetap dan karena jujur bosnya memberikan posisi yg cukup baik,karena usaha ayah dan kepuntaran ibunya mengelola uang,membuat rumah Aida yg tadinya gubug berubah menjadi istana,boleh dibilang seperti itu karena hanya rumah Aida yg paling bagus saat itu,dan hanya di rumah Aida yang memiliki asisten rumah tangga,ya waktu itu Aida menjadi anak bos,anak orang kaya............ Prestasi Aida mulai naik walau tdk juara satu tapi nama Aida selalu berada di 3besar di kelas dan di sekolahnya,karena itu tidak heran kalo dia selalu di ikutkan dalam lomba2 cerdas cermat,ngaji ataupun lomba baris berbaris,dan gerak jalan...semua itu Aida nikmatin,namun entsh kenapa semua itu tidak membuatnya bahagia, Aida tetap tidak punya teman,tetap tidak mempunyai sahabat,Aida selalu merasa sepi di tengah keramaian teman-temannya.....
Suatu ketika...ayah Aida datang dari luar kota,dan waktu itu Aida mendapat uang jajan 3kali lipat dari biasanya Aida seneng banget pas istirahat sekolah seperti biasa dia ke kantin sendiri hanya untuk jajan,sampe di kantin di sana udah banyak teman-teman sekelasnya juga tapi tidak seorangpun menyapa apalagi mengajak gabung,hanya satu dua orang aja yang mau tersenyum saat itu,namun Aida udah terbiasa dengan semua itu,dia lsngsung duduk di pojokan menikmati makanannya,setelah selesai dia bergegas ke ibu penjual untuk membayar,tapi wsktu itu di ibu tidak punya kembalian karena uang Aida sangat besar Aida lupa menukar sama ayahnya sebelum berangkat sekolah,dan entah apa yg di pikir Aida saat itu,tau-tau dia bayari semua teman2nya yg ada di kantin dan langsung pergi.
Sejak saat itu sikap temen2 berubah,mereka menjadi,dan selalu mengajak Aida bermain,hidup Aida mulai berwarna saat itu,senyum juga mulai menghiasi bibirnya,namun semua itu tidak berlangsung lama, di saat uang jajannya kembali di kurangi karena ayahnya mengalami masalah di kerjaan,teman-temannya kembali menjauh,saat itulah Aida sadar kalo temen2nya hanya butuh uangnya dia aja,Aida sedih dengan semua itu,dia enggak mau sendiri,dia mau temen-temennya datang lagi,mengajaknya bermain lagi...saat itulah setan mulai menggodanya,Aida mulai senang mengambil uang ibunya,hanya untuk jajanin teman2nya...hal itu berjalan cukup lama,ya Aida sudah berubah tidak semanis dulu,Aida kini hanya sebagai pencuri,bukan hanya uang teman-temannya terus memanfaatkan dirinya,Aida mulai nakal apapun dia lakukan supaya teman2nya tidak pergi,sampai2 tiap pagi Aida harus mengendap2 di kebun jeruk belakang rumah hanya untuk mencuri beberapa buah jeruk buat menarik perhatian teman2nya........😟😟😟
Aida yang malang...suatu ketika dia bermain dengan kedua sepupunya,dan saat itu kedua sepupuhnya jajan,dan mereka makan sendiri tidak membagi Aida sedikitpun,Aida meminta tapi mereka tetap tidak memberinya makah cepat2menghabiskannya, Aida sedih...dia duduk menjauh dari saudaranya,saat itulah sslah satu saudaranya membujuknya agar Aida minta uang yang banyak biar bisa jajan bareng2,lama kelamaan Aida terbujuk juga,dia pulsng dan minta uang ke ibunya tapi betapa sedihnya Aida ibunya malah marah2 bukannya nemberi uang,Aida nangis dan mengurung diri di kamar,tapi suara saudara2nya yg bermain di halaman terus menarik perhatiannya,entah kenapa sedihnya berubah menjadi kemarahan dan akhirnya dia kembali mencuri uang ibunya dengan jumlah saat itu cukup besar.
Dengan senang Aida memamerkan uangnya dan sepupunya menyambutnya dengan bahagia,tapi entah kenapa pas di ajak jajan mereka tidak mau malah menyuruh Aida menyembunyikan uangnya di tumpukan kayu2,dan jajannya entar aja habis mainan itu janji mereka dan tanpa berfikir panjang Aida menyetujuinya dia bahagia karena sepupunya baik sama dia. Setengah permainan ibunya Aida tiba2 datang dengan marah-marah karena uangnya hilang Aida di tarik pulang dengan teramat kasar,sampe rumah Aida terus di pukul,di cubit,di maki,di jewer Aida hanya bisa menjerit kesakitan...entah apa yang terjadi dengsn Aida saat itu kalo ayahnya tidak datang menolongnya,ibunya dengsn kalap mau memukul Aida dengan sebatang kayu,Ayah Aida menyelamatkannya,menggendong Aida kerumah nenek Aida yg tidak begitu jauh...Aida menangis tersedu2,sakit seluruh tubuhnya...dengan sabar ayahnya menenangkannya,setelah Aida tenang Aida di bawa pulang lagi dan di lihat ibunya lagi duduk dengan muka yang masih marah...Ayah Aida bertanya tentang uang tersebut dan Aida mengakuinya dan mengajak ayah dan ibunya ke tempat di mana dia menyembunyikan uang tersebut, dan betapa kagetnya ketika uang itu sudah hilang,ayah ibunya sampai membongkar tumpukan kayu itu tapi tetep uang itu tidak ketemu,dan akhirnya Aida kembali di pukulin ibunya karena kekecewaannya...😭😭😭😭😭😭 (masih bersambung yah.....)
Thursday, December 15, 2016
Cerita 2
Cerita 1
Aida seorang gadis kecil anak pertama dari 4 bersaudara,dia terlahir dari keluarga yang baik-baik,ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga yang setiap hari di rumah dan menemani anak-anaknya,ibundanya sebenarnya baik dia sangan mencintai anak-anaknya tetapi ibunya sangat keras dan sangat mengekang tujuannya baik tapi tampa di sadari semua itu sangat berpengaruh puat perkembangan spikologis anak-anaknya,sedangkan ayahnya seorang pekerja keras meskipun beliau jarang dirumah karena harus bekerja di lain daerah tapi ayahnya sangat mencintai,dan bertanggung jawab kepada keluarganya...itu yang membuat Aida sangat mengidolakan ayah tercinta.Singkat cerita....Aida kecil sebenernya anak yang baik dan anak penurut dan juga sayang sama ayah,ibu juga ketiga adik-adiknya,prestasi sekolahnya juga tidak pernah mengecewakan,dia juga selalu berusaha menuruti apapun perintah ibunya untuk membuat ibu tercintanya,dia akan lakukan apapun untuk kebahagiaan ibundanya,namun di balik itu hati Aida sangatlah sepi...bagaimana tidak dia tidak seperti anak-anak di usianya,dia tidak punya teman baik itu di sekolah maupun di rumah,di hatinya selalu bertanya kenapa tidak ada yang mau berteman dengannya,kenapa dia tidak punya sahabat seperti orang lain,kenapa dia kalau ke kantin selalu sendiri,kenapa kalau temen2nya bermain kalau dia datang semua pada pergi,bahkan yang sangat menyakitkan tidak ada temen2nya di sekolah yang mau duduk dengannya,akhirnya dia duduk dengan teman yang pada jaman dahulu ngertinya setengah stres/gila (kalo sekarang Autis)...kenapa?kenapa?...pertanyaan itu yang selalu ada di benak Aida kecil...Aida kecil yang malang,dimasa kecilnya dia tidak punya teman apalagi sahabat,apapun dia lakukan sendiri,di saat hatinya sedih,sepi,dia tidak tau harus mengadu sama siapa,Aida kecil hanya bisa menangis di malam sepinya,hati kecilnya ngiri melihat anak tetangga berangkat sekolah di samper teman2nya,berangkat bersama,istirahat sekolah main bersama,pulang bersama...Aida kecil melewati semua itu sendiri,sebenarnya dia sudah berusaha mendekat ke temen2nya,tapi entah kenapa temen-temennya seakan tidak suka........ Suatu ketika...pulang sekolah Aida kecil duduk sendiri di teras rumah,ibunya lagi pergi ke sawah sedang ke tiga adiknya yg kecil2 entah dititip ke nenek atau ikut ibu...lagi asyik sendiri Aida kecil lihat Ani dan Lia kedua sepupunya sedang bermain karet ma temen-temennya,Aida tertarik dia mendatangi sepupunya itu dengan harapan biar di ajak main,tapi kenyataannya Aida kecil hanya puas dengan melihat,tidak ada seorangpun yg memberi kesempatan untuk Aida main,bahkan kedua sepupunya malah memarahi Aida dan menyuruh pergi Aida...mereka bilang kehadiran Aida mengganggu konsentrasi mereka,Aida sedih mendengar itu dia putuskan pulang kerumah,tapi berapa langkah dia jalan dia kembali melihat teman-teman yg lain yg juga lagi asyik bermain bersama...mereka lagi main masak-masakan,namanya anak2 Aida tertarik dan mendekati mereka...melihat Aida datang mereka memandangi Aida tidak suka,hanya ada satu temennya yg mungkin kasihan sehingga mengajak Aida bergabung...Aida senang sekali waktu itu,lagi asyik bermain tiba2 ada salah satu ibu temen Aida datang...dan tiba-tiba marah2 sama anaknya dan menarik paksa anaknya pulang dan kemudian di ikuti temen2 yang lain...hanya tinggal Aida sendiri dengan hati yg sedih dan kecewa,Aida menangis...baru kali itu dia tau kenapa dia tidak punya teman,kenapa tidak ada yang mau deket sama dia,jawabannya Aida baru tau dari omelan ibu temannya....yaaa....Aida anak orang miskin,Aida hanya ingin merebut mainan,makanan,bapaknya Aida tidak jelas orang mana,...itu sedikit yg Aida denger dari omelan si ibu...Aida menangis terbayang wajah ayahnya...ayah yg baik,yang selalu memeluk dan menciumnya,yang selalu membawakan hadiah setiap kali pulang merantau,yg selalu mengajarinya mengaji...segitu bencikah mereka? Yaaa...ayah Aida memang bukan warga setempat,ayah Aida orang Batak...sehingga warga setempat tidak bisa menerima kehadirannya,mereka masih berfikir sempit dan menilai orang Batak itu jahat makanya walo di hadapan ayah Aida baik-baik tapi di belakang ternyata mereka jahat bahkan anak-anaknya di larang bermain sama Aida....😢😢😢😢😢😢😢Keluarga Aida emang saat itu kekurangan ayahnya yang hanya buruh kasar,gajinya hanya cukum buat makan aja,mereka tidak jarang puasa hanya karena tidak punya uang,karena kondisi itulah ibunya kadang jadi buruh tani,dan buka toko kecil-kecilan di rumah untuk membantu suami...Aida menangis tersedu mengingat semua itu...dia kasihan kepada orang tuanya...segitu bencikah...jangankan tetangga,sodara aja menjauh...😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢
Aida kecil yg malang...sejak peristiwa itu Aida tidak pernah keluar rumah,dia habiskan waktunya untuk membantu pekerjaan rumah,bersih2,cuci baju,cuci piring semampu dia,setiap waktunya senggang dia pilih belajar. Tetapi dengan begitu bukan berarti Aida bahagia...ibunya teramat galak,mungkin karena beban pikiran dan karena teramat sayang sama Aida ibunya selalu melarang Aida keluar rumah,dan setiap kali ada masalah ibunya selalu melampiaskan sama Aida...cubitan,pukulan,tendangan,makian kasar selalu Aida terima setiap kali ibunya menilai Aida salah,Aida hanya bisa menangis setiap kali di perlakukan kasar,tidak jarang di tengah malam Aida terbangun dan menangis sepuas mungkin sampai kembali tertidur,karena setiap kali dia menangis depan ibunya,ibunya bukan iba malah akan semakin marah...Aida hanya bisa memendam kepedihan itu sendiri,apapun perlakuan ibunya dia terima,sesakit apapun itu,dia tetap memaafkan,dia tetap sayang,dia habiskan waktunya hanya dengan berusaha untuk membuat ibunya bahagia...dengan terus mengerjakan kerjaan rumah,walo kadang tidak pernah di hargai dan selalu di salahkan,Aida juga membantu ibunya dengan berjualan makanan kecil di sekolah,dia bahagia bisa membantu ibunya,walo perlakuan kasar ibunya terus dia terima...entah apa yg ada di hati ibunya,entah apa mau ibunya...hanya kesempurnaan....kesempurnaan...kesempurnaan...yg beliau tuntut dari Aida,beliau tidak melihat berapa umur Aida,masa apa yang harus Aida terima di umur segitu,apa sebenarnya yg di inginkan Aida...Betapa malang Aida di umurnya yg sekecil itu dia harus menanggung semua,celaan warga sekitar,hidup sendiri tampa teman,menerima kerasnya perlakuan ibu... Sering kali dia ingin berontak tapi kasih sayang dia kepada ayah,ibu dan adik-adiknya mengalahkan sakit di hatinya........................................................... Aida yang malang...dia hanya bisa duduk di depan jendela rumahnya memperhatikan dunia luar,dimana anak-anak lain asyik bermain,ketawa bareng,bersenda gurau,...tidak jarang dia diam2 keluar tapi ibunya selalu menemukannya dan memarahi Aida...
Aida harus siap dengan segala resikonya setiap kali tertangkap basah keluar rumah,makian,pukulan,cubitan...Aida harus siap menerima itu semua...Aida hanya diam nerima semua itu,hanya air mata yang bisa keluar,karena untuk mengaduh aja Aida takut ibunya akan semakin marah dan pukulannya akan semakin keras.Aida hanya merasakan sendiri semua itu...ayahnya yg jarang dirumah,adik2nya yang masih kecil-kecil tidak bisa membantunya....(Bersambung lagi besok...udah ngantuk...😪😪😪😪😴😴😴😴)
