Thursday, December 15, 2016

Cerita 1

Aida seorang gadis kecil anak pertama dari 4 bersaudara,dia terlahir dari keluarga yang baik-baik,ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga yang setiap hari di rumah dan menemani anak-anaknya,ibundanya sebenarnya baik dia sangan mencintai anak-anaknya tetapi ibunya sangat keras dan sangat mengekang tujuannya baik tapi tampa di sadari semua itu sangat berpengaruh puat perkembangan spikologis anak-anaknya,sedangkan ayahnya seorang pekerja keras meskipun beliau jarang dirumah karena harus bekerja di lain daerah tapi ayahnya sangat mencintai,dan bertanggung jawab kepada keluarganya...itu yang membuat Aida sangat mengidolakan ayah tercinta.Singkat cerita....Aida kecil sebenernya anak yang baik dan anak penurut dan juga sayang sama ayah,ibu juga ketiga adik-adiknya,prestasi sekolahnya juga tidak pernah mengecewakan,dia juga selalu berusaha menuruti apapun perintah ibunya untuk membuat ibu tercintanya,dia akan lakukan apapun untuk kebahagiaan ibundanya,namun di balik itu hati Aida  sangatlah sepi...bagaimana tidak dia tidak seperti anak-anak di usianya,dia tidak punya teman baik itu di sekolah maupun di rumah,di hatinya selalu bertanya kenapa tidak ada yang mau berteman dengannya,kenapa dia tidak punya sahabat seperti orang lain,kenapa dia kalau ke kantin selalu sendiri,kenapa kalau temen2nya bermain kalau dia datang semua pada pergi,bahkan yang sangat menyakitkan tidak ada temen2nya di sekolah yang mau duduk dengannya,akhirnya dia duduk dengan teman yang pada jaman dahulu ngertinya setengah stres/gila (kalo sekarang Autis)...kenapa?kenapa?...pertanyaan itu yang selalu ada di benak Aida kecil...Aida kecil yang malang,dimasa kecilnya dia tidak punya teman apalagi sahabat,apapun dia lakukan sendiri,di saat hatinya sedih,sepi,dia tidak tau harus mengadu sama siapa,Aida kecil hanya bisa menangis di malam sepinya,hati kecilnya ngiri melihat anak tetangga berangkat sekolah di samper teman2nya,berangkat bersama,istirahat sekolah main bersama,pulang bersama...Aida kecil melewati semua itu sendiri,sebenarnya dia sudah berusaha mendekat ke temen2nya,tapi entah kenapa temen-temennya seakan tidak suka........                                                            Suatu ketika...pulang sekolah Aida kecil duduk sendiri di teras rumah,ibunya lagi pergi ke sawah sedang ke tiga adiknya yg kecil2 entah dititip ke nenek atau ikut ibu...lagi asyik sendiri Aida kecil lihat Ani dan Lia kedua sepupunya sedang bermain karet ma temen-temennya,Aida tertarik dia mendatangi sepupunya itu dengan harapan biar di ajak main,tapi kenyataannya Aida kecil hanya puas dengan melihat,tidak ada seorangpun yg memberi kesempatan untuk Aida main,bahkan kedua sepupunya malah memarahi Aida dan menyuruh pergi Aida...mereka bilang kehadiran Aida mengganggu konsentrasi mereka,Aida sedih mendengar itu dia putuskan pulang kerumah,tapi berapa langkah dia jalan dia kembali melihat teman-teman yg lain yg juga lagi asyik bermain bersama...mereka lagi main masak-masakan,namanya anak2 Aida tertarik dan mendekati mereka...melihat Aida datang mereka memandangi Aida tidak suka,hanya ada satu temennya yg mungkin kasihan sehingga mengajak Aida bergabung...Aida senang sekali waktu itu,lagi asyik bermain tiba2 ada salah satu ibu temen Aida datang...dan tiba-tiba marah2 sama anaknya dan menarik paksa anaknya pulang dan kemudian di ikuti temen2 yang lain...hanya tinggal Aida sendiri dengan hati yg sedih dan kecewa,Aida menangis...baru kali itu dia tau kenapa dia tidak punya teman,kenapa tidak ada yang mau deket sama dia,jawabannya Aida baru tau dari omelan ibu temannya....yaaa....Aida anak orang miskin,Aida hanya ingin merebut mainan,makanan,bapaknya Aida tidak jelas orang mana,...itu sedikit yg Aida denger dari omelan si ibu...Aida menangis terbayang wajah ayahnya...ayah yg baik,yang selalu memeluk dan menciumnya,yang selalu membawakan hadiah setiap kali pulang merantau,yg selalu mengajarinya mengaji...segitu bencikah mereka? Yaaa...ayah Aida memang bukan warga setempat,ayah Aida orang Batak...sehingga warga setempat tidak bisa menerima kehadirannya,mereka masih berfikir sempit dan menilai orang Batak itu jahat makanya walo di hadapan ayah Aida baik-baik tapi di belakang ternyata mereka jahat bahkan anak-anaknya di larang bermain sama Aida....😢😢😢😢😢😢😢Keluarga Aida emang saat itu kekurangan ayahnya yang hanya buruh kasar,gajinya hanya cukum buat makan aja,mereka tidak jarang puasa hanya karena tidak punya uang,karena kondisi itulah ibunya kadang jadi buruh tani,dan buka toko kecil-kecilan di rumah untuk membantu suami...Aida menangis tersedu mengingat semua itu...dia kasihan kepada orang tuanya...segitu bencikah...jangankan tetangga,sodara aja menjauh...😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢
Aida kecil yg malang...sejak peristiwa itu Aida tidak pernah keluar rumah,dia habiskan waktunya untuk membantu pekerjaan rumah,bersih2,cuci baju,cuci piring semampu dia,setiap waktunya senggang dia pilih belajar. Tetapi dengan begitu bukan berarti Aida bahagia...ibunya teramat galak,mungkin karena beban pikiran dan karena teramat sayang sama Aida ibunya selalu melarang Aida keluar rumah,dan setiap kali ada masalah ibunya selalu melampiaskan sama Aida...cubitan,pukulan,tendangan,makian kasar selalu Aida terima setiap kali ibunya menilai Aida salah,Aida hanya bisa menangis setiap kali di perlakukan kasar,tidak jarang di tengah malam Aida terbangun dan menangis sepuas mungkin sampai kembali tertidur,karena setiap kali dia menangis depan ibunya,ibunya bukan iba malah akan semakin marah...Aida hanya bisa memendam kepedihan itu sendiri,apapun perlakuan ibunya dia terima,sesakit apapun itu,dia tetap memaafkan,dia tetap sayang,dia habiskan waktunya hanya dengan berusaha untuk membuat ibunya bahagia...dengan terus mengerjakan kerjaan rumah,walo kadang tidak pernah di hargai dan selalu di salahkan,Aida juga membantu ibunya dengan berjualan makanan kecil di sekolah,dia bahagia bisa membantu ibunya,walo perlakuan kasar ibunya terus dia terima...entah apa yg ada di hati ibunya,entah apa mau ibunya...hanya kesempurnaan....kesempurnaan...kesempurnaan...yg beliau tuntut dari Aida,beliau tidak melihat berapa umur Aida,masa apa yang harus Aida terima di umur segitu,apa sebenarnya yg di inginkan Aida...Betapa malang Aida di umurnya yg sekecil itu dia harus menanggung semua,celaan warga sekitar,hidup sendiri tampa teman,menerima kerasnya perlakuan ibu... Sering kali dia ingin berontak tapi kasih sayang dia kepada ayah,ibu dan adik-adiknya mengalahkan sakit di hatinya........................................................... Aida yang malang...dia hanya bisa duduk di depan jendela rumahnya memperhatikan dunia luar,dimana anak-anak lain asyik bermain,ketawa bareng,bersenda gurau,...tidak jarang dia diam2 keluar tapi ibunya selalu menemukannya dan memarahi Aida...
Aida harus siap dengan segala resikonya setiap kali tertangkap basah keluar rumah,makian,pukulan,cubitan...Aida harus siap menerima itu semua...Aida hanya diam nerima semua itu,hanya air mata yang bisa keluar,karena untuk mengaduh aja Aida takut ibunya akan semakin marah dan pukulannya akan semakin keras.Aida hanya merasakan sendiri semua itu...ayahnya yg jarang dirumah,adik2nya yang masih kecil-kecil tidak bisa membantunya....(Bersambung lagi besok...udah ngantuk...😪😪😪😪😴😴😴😴)

No comments:

Post a Comment